Kisah Seorang Perempuan yang Mengubah Dunia Bagian 1

Pada 20 September 20XX, disuatu negara di bagian tenggara terdapat seorang perempuan yang kehilangan orang tuanya akibat kecelakaan. Perempuan itu bernama Deva Yuri Wibawa, setelah kehilangan orang tuanya dia hidup dengan Kakeknya yang sudah berumur 75 tahun. Kakeknya bekerja sebagai petani di ladang padi sendiri, sebab kakeknya dahulu adalah Juragan ladang padi yang baik,hingga banyak petani yang bekerja dengannya dengan sepenuh hati. Selama Deva bertahan hidup dengan kakeknya, Deva akan terus membantu pekerjaan kakeknya dan menjunjung tinggi pembelajaran saat di sekolah.

Setelah 7 bulan Deva mendapatkan kabar menyedihkan dari tetangganya, bahwa kakeknya terkena serangan jantung pada saat setelah beribadah. Deva pun menangis karena dia sudah mempunyai orang yang dekat dengannya. Deva pun bertekad untuk tetap bertahan hidup meskipun tidak memiliki siapapun. Setiap hari selalu melakukan kegiatan - kegiatan yang pernah di lakukan oleh kakeknya.

Suatu hari, disaat Deva ingin membeli keperluan dia bertemu dengan pria yang bernama Garit, dia adalah anak seorang perwira tentara angkatan udara. Deva sangat ingin berteman dengannya tapi merasa malu, karena dia adalah anak dari seorang perwira ,dan sementara Deva adalah anak yang sederhana dan belum terbiasa berkomunikasi dengan anak yang lebih tinggi derajatnya. Terlebih dia adalah anak dari perwira tentara. Semenjak itu dia selalu memperhatikan Garit, sehingga Deva pun ingin berusaha untuk dapat berteman dengan Garit dengan cara yang baik. Dikarenakan banyak sekali orang menginginkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara. Deva pun beruntung pada saat orang tuanya hidup Deva dimasukan Sekolah Menengah Atas negeri. Deva pun belajar dengan bersungguh - sungguh, hingga suatu ketika saat di sekolah dia bertemu dengan Garit, dia murid pindahan dan dipindahkan ke sekolah yang Deva masuki.

Pada saat jam masuk sekolah, Deva terkejut dengan berada di hadapannya. Ternyata Garit memasuki kelasnya. Dia pun duduk dekat disamping Deva, Deva pun deg - degan karena dia ingin sekali berteman dengan Garit. Semuanya berjalan dengan baik hingga jam pulang sekolah.

Selama dia berada di samping Deva, Deva selalu gugup untuk berbicara. Hingga suatu hari Deva ingin memberanikan diri untuk berbicara dengan Garit. "Hai...." Deva dengan perasaan gugup untuk berbicara. "Hai, juga." Garit menjawab, dengan perasaan gugup Deva pun tiba - tiba pergi untuk ke toilet dan mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya. Setelah itu Deva mencoba lagi untuk berbicara dengan Garit. Akhirnya, Deva pun dapat berbicara dengan Garit dengan perasaan yang tenang. Dan begitulah mereka menjadi teman dekat atau bisa disebut dengan sahabat, hingga mereka lulus dari sekolah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar