Selasa, 13 November 2018

Kisah Seorang Perempuan yang Mengubah Dunia Bagian 4

Selama di peekuliahannya, ia selalu mendapatkan nilai tertinggi, pada saat itu ia mendapatkan ide untuk membangun sebuah organisasi rahasia yang mungkin akan mengubah dunia. Ia pun mendaftarkan dirinya ke pencalonan Kepala Residen di universitasnya. Kepala Residen yang dimaksud adalah seperti Ketua OSIS tetapi ini lebih tinggi dari Kepala Sekolah dan tugasnya sangat berat. Ia mencalonkan diri juga dikarenakan Kepala Residen saat ini kurang efektif dalam menjalankan tugasnya.



Saat persiapan di mulai, ia berkampanye dan mengemukakan visi misi dan programnya ketika menjadi Kepala Residen, dan begitu pula dengan calon Kepala Residen yang lain yang tidak mau kalah dalam pemilihan nanti. Setelah 10 hari berkampanye, tibalah hari pemilihan Kepala Residen. Peserta pemilih terbilang sangat banyak, dikarenakan universitas itu adalah universitas favorit, jadi wajarlah banyak mahasiswa dan mahasiswinya. 5 jam setelah pemilihan, penghitungan total suara yang didapatkan dimulai. Setelah penghitungan selesai, total suara terbanyak terdapat pada nama Deva Yuri Wibawa. Para calon Kepala Residen yang kalah dan seluruh mahasiswa senang dan menghargai Deva atas keberhasilannya dalam pemilihan Kepala Residen.

5 bulan kemudian, tibalah masuknya mahasiswa dan mahasiswi baru. Panitia dari acara ini adalah Kepala Residen, pengurus, dan anggota Residen. Pengurus bertugas untuk memilah dan mencatat hasil dari kegiatan, anggota bertugas untuk mengarahkan dan menerima perintah dari pengurus atau Kepala Residen memberikan sedikit edukasi bagi calon mahasiswa dan mahasiswi. Kepala pengurus akan mengawasi, memilih, dan memberikan nasehat juga pidato dalam berlangsungnya acara ini.

3 minggu kemudian, selesai sudah acara penerimaan mahasiswa dan mahasiswi. Deva akan menyampaikan pidato terakhirnya sebagai penutup acara ini. Setelah menyampaikan pidatonya Deva langsung menuju ruangannya dan melihat daftar nama yang telah diterima. Ia terkejut dengan satu nama, yakni Garit. Ia terkejut melihat isi dari nilai yang Garit dapatkan ternyata, sebenarnya Garit adalah seorang yang cerdas memiliki nilai tinggi, tapi seingatnya Deva, Garit anak yang ceroboh dan suka bercanda sedikit saat masih duduk di bangku SMA.

Ia pun tanpa banyak berpikir, ia ingin mengangkat Garit sebagai anggota Residen. Padahal menjadi anggota Residen itu sangatlah sulit, harus mempersiapkan otak secara teori maupun praktik. Keesokan harinya, Deva berbicara lewat pengeras suara, untuk memanggil Garit menuju ruangannya. Garit pun menuju tempat ruangan Deva. Betapa terkejutnya Garit bertemu Deva, setelah 5 bulan ia tak bertemu. Mereka pun berbincang bincang tentang hal hal yang mereka ingin ceritakan.

7 bulan kemudian, Deva memanggil Garit karena urusan serius yang ingin bicarakan. Sesaat Garit memasuki ruangan Deva. Deva ingin membicarakan sebuah organisasi yang mengubah dunia lebih baik lagi. Garit terkejut dengan apa yang ingin diskusikan oleh Deva. Selama 10 Bulan mereka selalu mendiskusikan ini bersama para pengurus dan anggota Residen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar